contoh kalimat fred young
- The film was produced by the company's owner, Fred Young.
Ini adalah film terakhir yang diproduksi Majestic Film Company milik Fred Young. - The film was produced by Fred Young and SI Liem of Majestic Film.
Film ini diproduseri Fred Young dan SI Liem dari Majestic Film. - In 1949, she made her feature film debut in Fred Young's Saputangan.
Pada tahun 1949, ia mengawali karier perfilmannya lewat film Saputangan besutan Fred Young. - After Pantjawarna, Fred Young drew Njoo and his wife to the newly established Majestic Film.
Setelah Pantjawarna, Fred Young membawa Njoo dan istrinya ke Majestic Film yang baru didirikan . - The story, which bucked a then-ongoing trend of native oriented films, was written by Fred Young; it was Young's first foray into the industry.
Ceritanya, yang melawan arus film berorientasi pribumi saat itu, ditulis oleh Fred Young. - In 1975 an adaptation was made by Fred Young and Rempo Urip under the title Bunga Roos dari Cikembang.
Pada tahun 1975 sebuah adaptasi lainnya dibuat oleh Fred Young dengan judul Bunga Roos, mengikuti Ejaan Yang Disempurnakan. - Some, like The Teng Chun, Fred Young, and the Wongs, had been interested in film since their youth.
Beberapa di antaranya, seperti The Teng Chun, Fred Young, dan Wong bersaudara, telah memiliki minat terhadap film sejak masa muda mereka. - In 1975 Boenga Roos dari Tjikembang was remade by Fred Young and Rempo Urip under the updated title Bunga Roos dari Cikembang.
Pada tahun 1975, Boenga Roos dari Tjikembang dibuat ulang oleh Fred Young dengan judul yang disesuaikan Bunga Roos dari Cikembang. - However, he instead focused on learning about the developing film industry, spending time watching productions with The Teng Chun and Fred Young.
Namun, ia sebenarnya belajar mengenai perkembangan industri film, menghabiskan waktu dengan menyaksikan pembuatan film bersama The Teng Chun dan Fred Young. - After this film Said began working with the Japanese, at the Eiga Haykyusha Ai in Bandung, before joining Fred Young's Bintang Surabaja Troupe.
Setelah film ini, Said bekerja untuk pihak Jepang di Eiga Haykyusha Ai di Bandung sebelum pindah ke Bintang Surabaja Troupe milik Fred Young. - In 1949, towards the end of the Indonesian National Revolution, Astaman joined Fred Young's studio Bintang Surabaya and began acting in its films, making his debut with Saputangan in 1949.
Tahun 1949, menjelang akhir Revolusi Nasional Indonesia, Astaman masuk studio Bintang Surabaya milik Fred Young dan berakting di film-filmnya. - The production house had previously released three films, all directed by Njoo Cheong Seng, but after Njoo departed for Fred Young's Majestic, Oriental had required a new director.
Rumah produksi ini sebelumnya merilis tiga film yang semuanya disutradarai Njoo Cheong Seng, namun setelah Njoo pindah ke Majestic-nya Fred Young, Oriental mendapatkan sutradara baru. - After the death of Dr. Huyung, the manager and director for Kino Drama Atelier, Sumarni was contracted to Djamaluddin Malik's Persari, but migrated to Fred Young's Bintang Surabaja after she promoted cigarettes during an exhibition.
Setelah meninggalnya Dr. Huyung, manajer dan sutradara Kino Drama Atelier, Titien dikontrak oleh Persari milik Djamaluddin Malik, tapi kemudian pindah ke Bintang Surabaja di bawah pimpinan Fred Young setelah ia mempromosikan rokok dalam sebuah pameran.